Ia berharap para kreator tidak goyah oleh iming-iming materi sesaat yang dapat merusak ekosistem jangka panjang.
Sekab, ekonomi kreatif adalah new engine of growth yang ditenagai oleh kemurnian hati dan gairah para pelakunya.
“Saya berharap nilai purity ini tetap terjaga, jangan biarkan diri Anda terbeli oleh materi sebesar apa pun. Tetaplah menjadi insan yang memiliki integritas, karena kemurnian itulah yang akan menjaga industri ini tetap hidup dan menerangi dunia,” ucap Irene Umar.
Apresiasi dari UNESCO
Carut-marutnya sistem royalti di Indonesia turut menjadi perhatian dunia internasional. Kepala Program Kebudayaan UNESCO Jakarta, Moe Chiba, memberikan apresiasi atas kekompakan para seniman Indonesia yang bersatu melakukan advokasi terhadap hak-hak kreatif mereka.
Baca Juga: Wamen Ekraf Irene Umar Perkuat IP Film Nasional Lewat Kolaborasi Sekuel “5 cm”
“Di tengah sistem royalti yang carut-marut dan cenderung menguntungkan pihak-pihak yang mengeksploitasi ketidaktahuan pencipta, saya sangat bangga karena di Indonesia, para seniman dan ahli dari berbagai bidang mau bersatu dan berkolaborasi untuk melindungi hak-hak kreatif kita,” ujar Moe Chiba.
Sinergi antara pemerintah, koalisi seniman, dan lembaga internasional ini diharapkan dapat melahirkan sistem perlindungan yang lebih kuat, sehingga kreativitas tidak hanya menjadi angka statistik, tetapi secara nyata menciptakan kesejahteraan bagi para penciptanya. (*)






