URBANCITY.CO.ID – Kementerian Ekonomi Kreatif tengah menjajaki strategi untuk membawa industri board game atau permainan papan lokal menembus pasar internasional.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menegaskan bahwa subsektor gim ini memiliki potensi nilai tambah tinggi serta mampu membawa identitas budaya Indonesia ke kancah global melalui penguatan hak kekayaan intelektual (IP).
Irene menilai, board game bukan sekadar sarana hiburan, melainkan medium edukasi yang memiliki nilai ekonomi strategis. Hal tersebut disampaikannya saat menerima audiensi Tabletoys Indonesia di Thamrin Nine, Jakarta, Kamis, 30 April 2026.
“Gim lokal bukan sekadar permainan untuk hiburan, tetapi harus mendapat lisensi atau perlindungan kekayaan intelektual. Banyak event yang bisa kami dorong untuk tempat showcase board games bersama Tabletoys Indonesia,” ujar Irene Umar.
Baca Juga: Avengers Endgame Tayang Ulang di Bioskop 2026, Jelang Doomsday!
Penguatan Distribusi dan Aktivasi Internasional
Irene menekankan bahwa penguatan pasar domestik harus menjadi fondasi utama sebelum beralih ke pasar global.
Namun, untuk tumbuh secara berkelanjutan, para pegiat gim lokal didorong untuk lebih aktif melakukan penetrasi melalui berbagai ajang internasional.
“Kita tidak bisa hanya bergantung pada pasar lokal, tetapi harus melakukan aktivasi penguatan distribusi gim lokal tumbuh berkelanjutan melalui event internasional,” tegas Irene.
Ia juga mengimbau para kreator untuk memanfaatkan platform Ekraf Hunt serta membangun komunikasi intensif dengan asosiasi industri.




