Tingginya minat global juga terlihat dari angka penjualan tiket kepada penggemar mancanegara yang melampaui US$ 15.000 selama periode penjualan.
Irene menambahkan bahwa sinergi dengan Kementerian Luar Negeri akan diperkuat untuk memuluskan penyelenggaraan ajang internasional di masa depan.
“Peran kami di kementerian bukanlah untuk mengambil alih bisnis, melainkan menjadi fasilitator yang mempertemukan para pihak agar kolaborasi berjalan efektif dan saling menguntungkan,” tegasnya.
Baca Juga: PLN ICON Plus Hadirkan Layanan Same Day Service
Memacu Kreator Lokal
Di tengah serbuan gim global, kementerian tetap memprioritaskan pertumbuhan kreator dan pengembang gim lokal.
Ekosistem industri gim di Indonesia yang matang—mencakup tim profesional, kreator konten, hingga penyedia teknologi—diharapkan dapat saling menguatkan dengan event berskala dunia.
Irene menilai karakter unik dari berbagai kelompok pengembang gim di tanah air merupakan modal besar bagi peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.
Pemerintah berkomitmen menjaga momentum ini agar industri gim tidak hanya sekadar hiburan, melainkan pilar baru ekonomi yang inklusif.
Melalui sinergi lintas sektoral yang berbasis data, Indonesia optimistis mampu memaksimalkan potensi subsektor gim sebagai “mutiara” baru ekonomi kreatif di panggung global. (*)






