Baca juga: KNEKS Ungkap Ironi Industri Halal Indonesia: Belum Maksimal Terserap Pembiayaan Syariah
Keberhasilan mencapai laba bukan lagi sekadar hasil dari volume penyaluran kredit.
Tetapi, hasil dari ketajaman perusahaan dalam mengelola cost of fund dan biaya operasional di tengah iklim ekonomi yang menuntut kecepatan.
BNPL dan Multiguna: Masa Depan Gaya Hidup Urban
Di tengah evolusi metode pembayaran, layanan Buy Now Pay Later (BNPL) muncul sebagai primadona baru bagi masyarakat urban yang mengutamakan fleksibilitas.
Hingga saat ini, sebanyak 8 perusahaan pembiayaan telah resmi menyelenggarakan layanan BNPL, sebuah angka yang diproyeksikan akan terus bertumbuh positif hingga akhir 2026.
OJK memandang, meskipun tantangan dinamika perekonomian tetap ada, BNPL dan industri pinjaman daring (Pindar) memiliki segmen yang berbeda.
Sehingga, keduanya justru saling melengkapi dalam memperkuat ekosistem pembiayaan nasional.
Baca juga: Dinamika Finansial Urban: Membaca Arah Pembiayaan Kendaraan dan Masa Depan Elektrifikasi 2026
Sementara itu, pembiayaan multiguna masih memegang kendali dominan dengan nilai Rp256,77 triliun atau tumbuh 5,21% secara yoy.
Ini merefleksikan kebutuhan masyarakat urban untuk menunjang gaya hidup, baik untuk renovasi hunian, pendidikan, maupun kebutuhan konsumtif produktif lainnya.
Di sisi lain, pembiayaan modal kerja mencatat pertumbuhan sebesar 7,96% dengan nilai Rp55,36 triliun, sementara pembiayaan investasi tercatat sebesar Rp168,06 triliun.
Mengenai sinergi di lapangan, menurur Agusman , BNPL dan Pindar memiliki segmen dan karakteristik yang berbeda.




