Setali tiga uang, produksi gas bumi juga ikut melejit menyentuh angka 107 persen dari target awal. Secara akumulatif, total produksi minyak dan gas bumi PIEP menembus angka 212,8 MBOEPD (Thousand Barrels of Oil Equivalent per Day).
Realisasi ini otomatis menjegal target RKAP yang semula dipatok di level 197,70 MBOEPD.
Keberhasilan menyedot migas dari belahan bumi lain ini menjadi amunisi krusial bagi PIEP untuk mengeksekusi mandat Bring the Barrel Home.
Sebuah strategi taktis pemerintah untuk memastikan setiap tetes minyak hasil bumi dari aset luar negeri bisa langsung dialirkan pulang demi mengamankan pasokan kilang domestik.
Bila pasar internasional sedang bergejolak, PIEP memainkan kartu cadangan lewat skema Bring the Value Home—mengoptimalkan nilai ekonomi produksi global melalui pasar dunia demi membawa pulang keuntungan finansial bagi negara.
Baca juga: PIEP Sabet Optimus Award 2025, Lampaui Target RKAP Tiga Tahun Beruntun
“Seluruh capaian ini merupakan kontribusi nyata PIEP dalam memperkuat kemandirian energi nasional. Kami tidak hanya menghadirkan produksi, tetapi juga memastikan nilai strategisnya kembali untuk Indonesia,” kata Syamsu Yudha menambahkan.
Mengunci Budaya Selamat
Di luar urusan produksi dan pundi-pundi rupiah, rapor internal PIEP tergolong bersih. Perusahaan mengantongi skor tata kelola (Good Corporate Governance/GCG) di level 87,102 dengan predikat sangat baik.
Dari sirkuit keselamatan kerja (Health, Safety, Security, & Environment/HSSE), aspek risiko kecelakaan mampu ditekan di angka 1,16 Total Recordable Incident Rate (TRIR), jauh di bawah ambang batas maksimal yang diwajibkan industri.




