Berdasarkan data statistik, Indonesia mengantongi surplus perdagangan sebesar USD 5,64 miliar sepanjang periode Januari–April 2026.
Baca juga: Tinjau Pasar Palmerah, Menko Pangan dan Mendag Busan Pastikan Stok Bahan Pokok Surplus
Rapor hijau ini berjalan seiring dengan pertumbuhan angka ekspor nasional yang melesat 5,48 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.
Pencapaian pada April 2026 sekaligus memperpanjang rekor manis surplus neraca perdagangan Indonesia menjadi 72 bulan berturut-turut.
Konsistensi ini membuktikan bahwa barang-barang buatan anak bangsa memiliki daya tahan tinggi dan mampu memikat hati para pembeli internasional di tengah ketidakpastian ekonomi global.
“Hal ini menunjukkan, produk Indonesia tetap memiliki daya saing dan diminati pasar internasional,” kata Mendag Budi Santoso mengulas keunggulan produk lokal.
Menghubungkan Produsen dan Pembeli Asing Sebelum Pameran Dimulai
Kementerian Perdagangan mempertajam strategi promosi dengan memfasilitasi program penjajakan bisnis (business matching) yang lebih agresif.
Baca juga: Mendag Busan Terbitkan Aturan Baru, Izin Ekspor Bisa Dicabut Demi Kebutuhan Dalam Negeri
Peserta TEI 2026 akan mendapatkan jalur khusus untuk mempresentasikan (pitching) produk unggulan mereka di depan perwakilan perdagangan (perwadag) RI yang tersebar di luar negeri.
Tim perwadag kemudian bertugas memburu dan menyaring calon pembeli potensial di negara penempatan masing-masing sebelum pintu pameran resmi dibuka.
“Ketika perusahaan sudah mendaftar, kami fasilitasi mulai dari pitching, pencarian buyer, hingga business matching,” tutur Mendag.




