“Bahkan, tidak sedikit transaksi terjadi sebelum pelaksanaan Trade Expo Indonesia,” imbuhnya merinci kemudahan fasilitas negara.
Langkah taktis ini terbukti andal berkaca pada kesuksesan TEI edisi tahun lalu yang membukukan nilai transaksi fantastis sebesar USD 9,98 miliar hanya pada hari pertama pembukaan.
Baca juga: Sokong Swasembada Pangan, Mendag Busan Dorong Bulog Maksimalkan Sistem Resi Gudang
Keberhasilan tersebut mengikat 131 kontrak dagang internasional baru.
Mendorong Produk UMKM Tembus Pasar Internasional
Pemerintah juga mencatat lonjakan transaksi yang signifikan pada kelompok usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan.
Nilai perdagangan UMKM sepanjang Januari–April 2026 menembus USD 193 juta, melampaui total capaian sepanjang tahun 2025 yang mandek di angka USD 134,8 juta.
“Artinya, produk-produk Indonesia tetap menarik bagi buyer internasional. Oleh karena itu, kami optimistis TEI tahun ini akan menghasilkan transaksi yang lebih besar dan membuka pasar baru yang lebih luas,” ucap Mendag Budi Santoso optimistis.
Para pelaku industri menyambut baik fasilitas jemput bola yang digagas oleh Kementerian Perdagangan ini.
Perwakilan PT Bio Farma, Andhika Hamdan Zalfar, menyatakan bahwa pameran tahunan ini selalu memberikan dampak konkret bagi perluasan jaringan bisnis obat-obatan mereka di Timur Tengah dan Afrika.
Baca juga: Mendag Busan Buka Pasar Murah Ramadan, Harga Minyakita Turun Pascaterbitnya Permendag Baru
“Kami hampir setiap tahun mengikuti TEI dan pengalaman kami sangat positif. TEI menjadi ajang yang tidak mengecewakan bagi perusahaan yang ingin memperkenalkan produknya ke pasar internasional,” kata Andhika Hamdan Zalfar memberikan testimoni.




