“Nanti pada saat operasional kita akan dorong agar KDKMP juga dapat menyuplai kebutuhan bahan baku dan bermitra dengan SPPG untuk program Makan Bergizi Gratis,” kata Menkop.
Baca Juga: Menkop Ferry Juliantono Salurkan Truk Impor India ke Koperasi, Pengamat: Strategis bagi Desa
Dorongan Hilirisasi dan Sektor Produktif
Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, turut mengapresiasi kinerja KSP TLM yang membukukan Sisa Hasil Usaha (SHU) sebesar Rp172,75 miliar pada buku tahun 2025.
Namun, ia mengingatkan agar koperasi dengan 340.117 anggota ini mulai merambah ke sektor produktif atau melakukan spin-off demi keberlanjutan jangka panjang.
“TLM harus berani keluar dari zona nyaman, kami berharap TLM Indonesia untuk spin off atau mengembangkan produksi agar bisa mengamankan anggota dan usaha dalam jangka panjang,” tegas Emanuel.
Pemerintah Daerah juga berencana mensinergikan jaringan “NTT Mart” dengan KDKMP. Langkah ini diambil untuk memastikan produk lokal NTT mendapatkan akses pasar dengan harga yang adil bagi petani dan perajin lokal.
Transformasi Digital dan Ekspansi 2026
Direktur Utama KSP TLM Indonesia, Zelsy N. W. Pah, menyambut baik arahan tersebut dengan menyiapkan sejumlah agenda ekspansi pada 2026.
Selain transformasi digital, KSP TLM berencana melakukan ekspansi jaringan dengan membuka dua kantor cabang baru di Bali serta pemekaran cabang di NTT dan Sulawesi Tengah.
Guna meningkatkan kesejahteraan anggota, KSP TLM juga meluncurkan program pinjaman pendidikan. “Program baru yang akan diluncurkan adalah pinjaman pendidikan bagi anggota agar anak-anak mereka dapat menempuh pendidikan hingga perguruan tinggi tanpa terhalang biaya,” pungkas Zelsy. (*)






