URBANCITY.CO.ID – Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana menegaskan pentingnya kolaborasi lintas negara untuk memajukan industri pariwisata di kawasan Asia.
Hal ini disampaikannya saat membuka secara resmi ajang Travel Meet Asia 2026 di Swissotel PIK Avenue, Jakarta, Selasa (23/6/2026).
Menurut Menpar, Travel Meet Asia 2026 bukan sekadar bursa pariwisata, melainkan platform strategis bagi pelaku industri untuk membangun kemitraan serta merancang masa depan sektor perjalanan yang lebih tangguh.
“Di tengah lanskap global yang berkembang pesat, sektor pariwisata terus menunjukkan ketangguhannya serta kemampuannya dalam menyatukan masyarakat, pelaku bisnis, dan negara. Lebih dari sekadar pasar, acara ini berfungsi sebagai wadah untuk membangun kemitraan, bertukar ide, dan membentuk masa depan pariwisata di kawasan kita dan sekitarnya,” ujar Widiyanti.
Baca Juga: Kemenpar Fokus Perkuat Pariwisata Berkualitas dan Berkelanjutan pada 2027
Potensi Besar Pariwisata Indonesia
Dalam kesempatan tersebut, Menpar memaparkan data impresif mengenai sektor pariwisata Indonesia. Berdasarkan catatan, pariwisata domestik tumbuh melampaui rata-rata global dengan peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara sebesar 10,8 persen pada tahun 2025.
Sektor ini juga menjadi tulang punggung ekonomi dengan kontribusi devisa mencapai 18,27 miliar Dolar Amerika dan mampu menyerap 25,9 juta lapangan kerja.
Widiyanti menekankan bahwa pariwisata adalah sektor inklusif yang melibatkan UMKM, perempuan, hingga pemberdayaan masyarakat di lebih dari 6.200 desa wisata.




