Baca Juga: Kemenpar Dukung Ajang Grab Bintang 5 Awards 2026, Perkuat Posisi Gastronomi Indonesia
“Keragaman penawaran ini menciptakan potensi signifikan. Tidak hanya peluang investasi dalam infrastruktur dan layanan pariwisata, tetapi juga pengembangan produk dan paket perjalanan yang inovatif, bernilai tinggi, serta sesuai dengan tren global dan permintaan pasar yang terus berkembang,” tambahnya.
Komitmen Pemerintah dan Investasi
Untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan, pemerintah Indonesia telah memasukkan pengembangan destinasi ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJM) 2025–2029. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah pembentukan 10 Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata guna merangsang investasi.
Pemerintah juga memberikan berbagai insentif untuk menjaga iklim bisnis agar tetap kondusif, sekaligus memastikan keuntungan ekonomi dirasakan langsung oleh masyarakat lokal.
Baca Juga: Gandeng ASTINDO, Kemenpar Gelar Famtrip untuk Dongkrak Wisata Belitung
Kunci Keberhasilan: Kolaborasi
Menutup sambutannya, Menpar Widiyanti menegaskan bahwa tidak ada pihak yang bisa berdiri sendiri dalam memajukan pariwisata. Kemitraan antara pemerintah, sektor swasta, dan mitra internasional adalah mutlak diperlukan.
“Tidak ada satu pun baik pemerintah, bisnis, atau organisasi yang dapat membuka potensi penuh pariwisata secara mandiri. Keberhasilan ini bergantung pada kemitraan yang kuat antara sektor publik, swasta, masyarakat lokal, pelaku industri, investor, dan mitra internasional,” tegasnya.




