Di Kabupaten Samosir, Widiyanti meninjau ikon baru wisata religi, Patung Yesus Kristus Sibeabea, serta kawasan Waterfront City. Menpar mengapresiasi kemajuan fasilitas, namun juga mencatat beberapa kendala mendasar.
“Kami sangat senang dapat berkunjung ke Patung Yesus ini dengan panorama yang luar biasa indah. Dalam diskusi bersama Pemerintah Kabupaten Samosir, kami membahas sejumlah isu strategis,” tuturnya.
Bupati Samosir, Vandiko Timotius Gultom, menekankan bahwa kebutuhan mendesak seperti ketersediaan air bersih memerlukan sinergi lintas kementerian.
“Harapan kami, kebutuhan utama seperti air bersih dapat segera ditindaklanjuti melalui sinergi dengan Kementerian PUPR. Kami juga berharap dukungan promosi agar Samosir semakin dikenal dan menarik lebih banyak wisatawan,” ucap Vandiko.
Kelestarian Budaya di Huta Siallagan
Baca Juga: Listrik Hijau PLN Ikut Andil Sukseskan F1Powerboat 2024 Danau Toba
Menpar menutup rangkaian kunjungannya dengan mendatangi Desa Wisata Huta Siallagan. Desa bersejarah ini dikenal dengan situs Batu Persidangan dan rumah adat Batak yang berusia ratusan tahun.
Di lokasi ini, Widiyanti mendalami nilai sejarah sistem hukum tradisional Batak serta berinteraksi dengan para pelaku UMKM kreatif dan perajin suvenir.
Kunjungan ini mempertegas komitmen pemerintah pusat untuk terus mengawal pengembangan Danau Toba bukan hanya sebagai objek wisata, tetapi sebagai ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan dan berbasis budaya. (*)






