Kepala BPSDMI, Doddy Rahadi, menegaskan bahwa perguruan tinggi harus berfungsi sebagai motor inovasi yang menyokong sektor manufaktur dan industri strategis lainnya.
“Kerja sama ini adalah wujud komitmen bersama dalam memberikan kontribusi terbaik,” ujar Doddy.
Integrasi Praktis dengan Industri
Rektor MNCU, Dendi Pratama, mengungkapkan bahwa kolaborasi ini mencakup cakupan luas, mulai dari penelitian terapan hingga program magang di 83 perusahaan di bawah naungan MNC Group.
Program ini dirancang agar mahasiswa mendapatkan pengalaman praktis langsung dari empat kelompok usaha utama: media, jasa keuangan, pariwisata, hingga investasi energi.
Baca juga: Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Diperpanjang: Cek Jadwal Terbaru dan Cara Daftar Gratis
“Kolaborasi ini juga membuka akses yang lebih luas bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman praktis melalui program magang di lingkungan industri, sehingga mereka dapat memiliki kesiapan kerja yang lebih baik dan relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri,” tutur Dendi.
Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Vokasi Industri (PPPVI), Wulan Aprilianti Permatasari, menambahkan bahwa pengalaman Kemenperin dalam mengelola 11 politeknik dan 9 SMK vokasi akan berpadu dengan pendekatan inovatif dari pihak swasta.
Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pendidikan yang tidak hanya mencetak lulusan bergelar, tetapi tenaga kerja yang siap tempur secara nasional maupun global. (*)





