URBANCITY.CO.ID – Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, menegaskan komitmen pemerintah untuk menjadikan sektor ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional.
Di hadapan ratusan pemuda, Riefky menekankan bahwa talenta lokal harus didorong untuk naik kelas menjadi juara nasional hingga mampu menembus pasar global.
Hal tersebut disampaikan dalam workshop Save My Generation Conference 2026 yang berlangsung di Rhema Building Convention Center, Bekasi, Sabtu, 18 April 2026.
Menurut Riefky, kreativitas anak muda Indonesia merupakan modal besar yang harus dipayungi oleh ekosistem yang sehat, mulai dari regulasi hingga proteksi karya.
Baca Juga: Menteri Ekraf Gandeng MAPPI, Dorong Kekayaan Intelektual Jadi Aset Jaminan Bank
Tren generasi muda terhadap ekonomi kreatif sangat luar biasa membuka peluang nyata dan menciptakan lapangan kerja berkualitas.
“Intinya, tugas Kementerian Ekraf ingin membuat karya dan jenama lokal bisa go national champion, serta berlanjut go global. Jadikan kreativitas sebagai aksi, inovasi sebagai solusi, dan kontribusi sebagai tujuan,” ungkap Teuku Riefky.
Perlindungan Kekayaan Intelektual
Menteri Riefky juga mengingatkan pentingnya aspek legalitas dalam berkarya. Ia mendorong para kreator muda untuk segera mendaftarkan Hak Kekayaan Intelektual (HaKI) atas produk atau karya mereka.
Baginya, perlindungan hukum adalah fondasi agar bisnis kreatif bisa berjalan secara berkelanjutan.
“Indonesia tidak kekurangan talenta dan ide kreatif. Mari kita berani mulai berkreasi dari hari ini melalui GEMPAR sehingga bisa menumbuhkan kolaborasi. Selain itu, kita harus memastikan setiap karya memiliki dampak yang berkelanjutan bagi masyarakat,” tambahnya di depan 500 peserta yang tergabung dalam Generasi Muda Pembaharu (GEMPAR) Indonesia.




