URBANCITY.CO.ID – Masyarakat urban modern memandang arsip dan dokumen sejarah bukan lagi sekadar tumpukan kertas usang, melainkan aset data bernilai ekonomi tinggi.
Transformasi era digital mengubah manuskrip kuno, peta pelayaran, dan arsip bersejarah menjadi tambang wawasan berharga bagi pengembangan industri konten kreatif serta riset global.
Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menegaskan peran strategis warisan dokumenter ini saat menghadiri Farewell Dinner UNESCO 11th Memory of the World Committee for Asia and the Pacific (MOWCAP) General Meeting di Caping Gunung, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Kamis (5/11/2026).
ANRI bertindak sebagai tuan rumah penyelenggaraan agenda diplomatik kawasan yang menghimpun para delegasi internasional tersebut.
Fadli Zon menyoroti pentingnya demokratisasi akses informasi sejarah agar generasi muda perkotaan dapat mengonversi arsip menjadi inovasi bisnis masa depan.
Baca Juga: Investasi Budaya Urban: Jelajahi 7 Destinasi Wisata Wayang Ikonik Nusantara
Pemanfaatan data sejarah yang tepat membuka jalan lebar bagi terwujudnya kolaborasi lintas negara di sektor pendidikan dan ekonomi kreatif.
“Pelestarian warisan dokumenter merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pemajuan kebudayaan. Tanggung jawab kita bukan hanya menjaga bahan-bahan sejarah agar tetap lestari, tetapi juga memastikan pengetahuan yang terkandung di dalamnya dapat diakses, dipahami, dan tetap relevan bagi generasi mendatang,” ucap Menbud.
Menggali Potensi Ekonomi Narasi Maritim Nusantara




