Maruarar mengapresiasi kinerja kilat konsorsium badan usaha milik negara (BUMN) yang sanggup merampungkan konstruksi fisik megaproyek sosial ini dalam tempo singkat.
Baca Juga: Menteri PKP Maruarar Sirait Bakal Wajibkan Program Satu Rumah Satu Pohon
Kerja keroyokan lintas sektoral ini terbukti andal dalam memotong jalur birokrasi pengadaan rumah bagi rakyat miskin kota.
“Luar biasa cepat kerjanya. Saya mengucapkan terima kasih kepada BP BUMN, PT KAI, PT Angkasa Pura Indonesia yang menyiapkan lahannya, serta kontraktor pelaksana yaitu Hutama Karya, PT PP, dan Wijaya Karya. Ini contoh kolaborasi yang baik untuk kepentingan rakyat,” ujar Maruarar memuji.
Manajemen kontraktor mencatatkan rekor kecepatan baru dengan menyelesaikan proyek lebih cepat dari target tenggat waktu awal yakni 15 Juni 2026.
Pekerja bangunan mulai memancangkan tiang perdana pada 3 April 2026 dan berhasil merampungkan seluruh sisa pengerjaan interior pada pekan pertama Juni ini.
Baca juga: Menteri PKP Maruarar Sirait Targetkan 3.000 Bedah Rumah di Kaltim Tuntas Agustus 2026
Maruarar mengingatkan panitia pengelola agar tidak melupakan penataan aspek sosial dan penghijauan kawasan demi kenyamanan psikologis warga pindahan.
“Kita tidak hanya mempersiapkan fisik bangunannya, tetapi juga harus mempersiapkan masyarakat yang akan tinggal di sini. Selain itu, menyiapkan ruang terbuka hijau, kalau bisa ada ruang serbaguna, sarana rekreasi seperti lapangan futsal, penerangan yang baik, dan yang terpenting manajemen kawasan harus berjalan dengan baik,” ucap Menteri PKP menambahkan.
Menggratiskan Tarif Sewa dan Tagihan Air Selama Enam Bulan
Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN, Dony Oskaria, mengumumkan kebijakan insentif khusus berupa pembebasan biaya sewa unit hunian bagi warga terdampak pada fase transisi awal.




