Otoritas BUMN juga menanggung penuh pasokan listrik dan air bersih agar tidak membebani dompet warga yang baru kehilangan mata pencaharian akibat relokasi.
Baca juga: Menteri PKP Maruarar Sirait: Tender Rakyat Perkuat Transparansi Bantuan Rumah BSPS 2026
“Untuk tahap awal tidak akan dipungut biaya. Listrik dan air juga akan digratiskan terlebih dahulu. Nanti setelah enam bulan akan dilakukan evaluasi terkait pengelolaannya,” kata Dony menjelaskan skema subsidi tersebut.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin menegaskan bahwa timnya memprioritaskan pemindahan ini bagi klaster warga Pasar Gaplok. Sebelumnya, Presiden Praboso sempat menibjau langsung kondisi pasar tersebut.
PT KAI memandang sterilisasi jalur kereta dari pemukiman liar sebagai harga mati demi menjamin keselamatan perjalanan logistik dan nyawa warga itu sendiri.
“Data penghuni sudah kami siapkan. Prioritas pertama adalah warga bantaran rel di Pasar Gaplok. Selanjutnya melakukan relokasi secara bertahap untuk kawasan bantaran rel lainnya. Ini penting karena keberadaan permukiman di bantaran rel sangat berisiko bagi keselamatan,” ujar Bobby.
Baca juga: Menteri PKP Maruarar Sirait Targetkan Bangun 350 Ribu Rumah Tapak dari Anggaran Rp10,31 Triliun
Otoritas menjadwalkan gelombang pertama perpindahan warga masuk ke Hunian Senen pada pekan depan setelah seluruh pengujian teknis rampung.
Pemerintah optimistis mampu memutus rantai kemiskinan ekstrem sekaligus menaikkan derajat kualitas hidup masyarakat marginal di ibu kota melalui intervensi hunian layak. (*)




