URBANCITY.CO.ID – Memiliki rumah kini semakin realistis bagi masyarakat urban. Akad massal KPR subsidi yang digelar pemerintah membuktikan bahwa akses terhadap hunian layak semakin luas melalui kolaborasi berbagai pemangku kepentingan. Di tengah tingginya kebutuhan rumah pertama, momentum ini juga memperkuat prospek investasi properti jangka panjang yang didukung pembiayaan terjangkau.
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk mencatat sebanyak 39.043 debitur mengikuti akad massal KPR subsidi yang diselenggarakan pemerintah secara terpusat di Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Para debitur mengikuti prosesi tersebut secara langsung maupun daring dari berbagai wilayah Indonesia.
Jumlah tersebut menjadikan BTN sebagai kontributor terbesar di antara bank-bank penyalur dalam prosesi akad massal KPR subsidi yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto.
“Keikutsertaan 39.043 debitur BTN menunjukkan tingginya kebutuhan terhadap rumah yang layak dan terjangkau. Kami akan terus mempercepat layanan dan menjaga kualitas penyaluran agar semakin banyak keluarga Indonesia dapat memiliki rumah pertama,” kata Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis.
Nixon menilai pencapaian tersebut tidak terlepas dari dukungan Danantara Indonesia yang memperkuat kolaborasi ekosistem perumahan nasional sehingga pembiayaan rumah menjadi lebih terintegrasi dan mampu menjangkau lebih banyak masyarakat.
“Pencapaian BTN sebagai penyalur terbesar dalam akad massal ini merupakan hasil kerja bersama. Dukungan Danantara Indonesia dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah, BP Tapera, perbankan, pengembang, dan seluruh pelaku ekosistem turut meningkatkan kapasitas BTN dalam memperluas akses pembiayaan rumah bagi masyarakat,” kata Nixon.



