Perusahaan membongkar sisa dampak penambangan laut lewat penanaman hutan mangrove dan pelepasan benih kepiting bakau (restocking).
Kemudian, penurunan struktur terumbu karang buatan (artifical reef).
Manajemen PT Timah sukses mencatatkan realisasi 100 persen target perawatan reklamasi sepanjang tahun 2025 lalu.
Berbagai inisiatif masif ini menjadi bukti sahih bergesernya paradigma industri pertambangan modern di tanah air.
Aktivitas reklamasi kini menjelma menjadi gerakan pemulihan ekosistem yang komprehensif guna mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon.
Pendekatan terpadu dari korporasi ini menggaransi kelangsungan pasokan sumber daya alam yang ramah lingkungan bagi generasi masa depan. (*)




