MSCI menempatkan aksesibilitas pasar Indonesia sebagai salah satu yang terbaik di kawasan Asia-Pasifik bagi negara Emerging Markets.
Baca juga: OJK Sita 41 Aset Terkait Kasus Tindak Pidana Perbankan Syariah BPRS GP Medan
Keberhasilan ini tidak lepas dari sinergi kuat antara OJK dan Self-Regulatory Organizations (SRO) dalam menjalankan agenda pembaruan regulasi.
“Pengakuan terhadap capaian reformasi pasar modal ini tentu kita sambut positif,” kata Hasan.
Ia menyatakan bahwa MSCI tidak hanya mempertahankan status Indonesia sebagai Emerging Markets.
“Tetapi juga memberikan pengakuan bahwa berbagai langkah reformasi yang telah dan sedang dijalankan berada pada arah yang tepat”.
“Hal tersebut tercermin dari hasil penilaian market accessibility Indonesia yang terjaga baik,” imbuhnya.
Sinergi Reformasi Berkelanjutan
Hasan menegaskan bahwa pencapaian ini sejalan dengan hasil evaluasi FTSE Russell pada April 2026 yang menempatkan Indonesia tetap di kelompok Secondary Emerging Markets.
Baca juga: OJK Rilis Kebijakan Adaptif Perkuat Industri PVML, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Pemerintah kini terus mempercepat implementasi agenda reformasi guna meningkatkan investability pasar modal domestik.
OJK memastikan setiap masukan dari penyedia indeks global menjadi landasan bagi penguatan tata kelola pasar yang lebih transparan dan berdaya saing global.
Otoritas tentu melihat masih terdapat ruang perbaikan dan berbagai masukan yang perlu dicermati secara konstruktif.
Oleh karena itu, pihaknya berkomitmen untuk terus memperkuat engagement dengan global index providers, investor global, serta seluruh stakeholders terkait.




