Avep menambahkan, transformasi digital lewat AI bukan lagi sekadar pelengkap tren industri modern, melainkan pilar utama demi menciptakan operasi hulu migas yang andal, aman, dan berkelanjutan.
Baca Juga: Sasar Pasar Global, Pertamina Drilling Unjuk Gigi Teknologi Rig Lepas Pantai
Deteksi Dini Bahaya Lewat Manajemen Berbasis Data
Dari aspek keselamatan dan kesehatan kerja, kecerdasan buatan bertindak sebagai tameng preventif yang mengeliminasi kesalahan manusia (human error).
Teknologi ini mampu mengalkulasi data historis lapangan untuk memetakan mitigasi risiko secara presisi sebelum kru pengeboran diturunkan ke area berbahaya.
Vice President HSSE Pertamina Drilling, Mas Rakhmatsyah, mengamini bahwa integrasi AI membuat pengawasan kepatuhan K3 di lapangan menjadi jauh lebih terukur dan tidak lagi bergantung pada inspeksi manual berkala.
“AI dapat membantu proses identifikasi potensi bahaya lebih dini, mempercepat investigasi insiden, serta meningkatkan efektivitas implementasi SMK3 dan PSM di lapangan,” urai Mas Rakhmatsyah.
Baca Juga: Pertamina Drilling Gandeng Gen Z Sulap Limbah Makanan Rig Jadi Cairan Anti Karat
Ajang diskusi teknologi hulu ini juga menjadi panggung kolaborasi lintas anak usaha BUMN energi. Tercatat, Direktur Utama Pertagas Indra Pehulisa Sembiring dan Wakil Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Taufik Adityawarman turut hadir membagikan cetak biru transformasi digital di sektor hilir dan distribusi logistik nasional demi mengunci target nihil kecelakaan (zero accident). (*)




