URBANCITY.CO.ID – Pasar global kembali melirik potensi ekonomi kreatif Indonesia setelah Paviliun Wonderful Indonesia sukses menyabet gelar bergengsi Best Stand Design in Asia pada bursa pariwisata bergengsi World Travel Market (WTM) London 2026 di ExCeL London, Inggris.
Kemenangan ini membuktikan keunggulan branding destinasi Nusantara di hadapan para investor dan pengambil kebijakan dunia.
Di tengah ketatnya persaingan 389 stan dari berbagai benua, paviliun Indonesia berhasil mengungguli 98 stan kompetitor di kawasan Asia.
Dominasi estetika ini mengulang kejayaan serupa pada 2019 dan menegaskan posisi tawar Indonesia sebagai destinasi premium dengan nilai ekonomi tinggi.
Baca Juga: Paviliun Wonderful Indonesia Sabet Penghargaan Desain Stan Terbaik di SITF 2026 Seoul
Keberhasilan menaklukkan pasar London membuka pintu masuk strategis bagi ekspansi modal asing di sektor hospitality dan pariwisata berkelanjutan.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dalam keterangannya di London, Jumat (6/11/2026), mengatakan penghargaan tersebut membuktikan daya saing Indonesia dalam mempromosikan pariwisata melalui pendekatan kreatif, inovatif, dan berkarakter.
“Penghargaan Best Stand Design in Asia ini merupakan kebanggaan bagi Indonesia sekaligus pengakuan atas kreativitas dan kolaborasi seluruh pihak yang terlibat. Kami ingin menunjukkan bahwa Indonesia bukan hanya menawarkan keindahan alam dan destinasi wisata, tetapi juga kekayaan budaya, kreativitas masyarakat, serta pengalaman yang memiliki nilai dan makna bagi wisatawan,” kata Menteri Pariwisata Widiyanti.
Magnet Investasi Pariwisata Berkelanjutan
Baca Juga: Wonderful Indonesia Tayang di TV Belanda: Kemenpar Targetkan 17,6 Juta Wisman Lewat Serial Baru
Pencapaian ini memperkuat daya tarik instrumen investasi pariwisata berbasis wellness dan ecotourism yang kini menjadi tren utama masyarakat urban modern.
Melalui konsep kurasi ruang seluas 352,75 meter persegi di booth N8-220, Indonesia memproyeksikan potensi bisnis bernilai tinggi dengan memfasilitasi 65 mitra pameran dari 11 provinsi.
Langkah ini secara langsung menghubungkan pelaku industri lokal dengan jaringan modal global secara efisien.
Menteri Pariwisata menambahkan, pencapaian tersebut sejalan dengan semangat kampanye Go Beyond Ordinary yang mengajak wisatawan dunia mengenal Indonesia lebih jauh dari sekadar destinasi liburan.
Baca Juga: Wonderful Indonesia 2030, Sandiaga Ajak Asosiasi Wujudkan Parekraf Hijau
“Melalui Go Beyond Ordinary, kami ingin mengajak wisatawan merasakan pengalaman yang lebih mendalam dan autentik ketika berkunjung ke Indonesia. Pariwisata Indonesia memiliki cerita, identitas, dan keunikan yang tidak dapat ditemukan di tempat lain. Karena itu, kami akan terus memperkuat promosi yang mampu menghadirkan pengalaman sekaligus menunjukkan komitmen Indonesia terhadap pariwisata berkualitas dan berkelanjutan,” kata Menteri Pariwisata.
Pengalaman Imersif dan Gaya Hidup Urban
Ruang paviliun menghadirkan simulasi gaya hidup modern melalui perpaduan stimulasi visual, alunan musik sasando, kelezatan gastronomi, serta terapi aroma minyak atsiri nusantara.
Konsep ini memenuhi dahaga kaum urban dunia yang mendambakan liburan bermakna (meaningful travel) sekaligus pelarian dari kejenuhan kota besar (mindful retreat).
Baca Juga: Wonderful Ramadhan, BNI Berbagi Kebahagiaan di Malam Nuzulul Quran
Pengunjung menikmati atmosfer autentik bahari yang menempatkan tradisi lokal sejajar dengan selera internasional.
Kolaborasi Desain Kelas Dunia Mengubah Ruang
Dua sosok visioner, arsitek Andra Matin dan seniman kontemporer Mulyana (Mang Moel), menyatukan arsitektur fungsional dengan instalasi rajutan bawah laut berskala besar.
Reputasi Mang Moel di panggung global seperti New York, Los Angeles, hingga etalase Hermès menghadirkan daya tarik artistik berkelas bagi para kolektor dan penikmat seni dunia.
Baca Juga: BNI Lebih Dekat dengan Loyal Merchant Lewat “BNI Wonderful Movie Day 2024
Pemanfaatan benang sisa pada instalasi ini menggaungkan komitmen kuat terhadap kelestarian lingkungan laut.
“Kehadiran karya Mang Moel di Paviliun Indonesia menjadi simbol pertemuan antara seni, kreativitas, dan pesan keberlanjutan. Kolaborasi ini sekaligus menunjukkan bahwa promosi pariwisata dapat dikemas melalui pendekatan lintas sektor yang menghubungkan arsitektur, seni, budaya, dan isu lingkungan,” kata Menteri Pariwisata.




