Kolaborasi Halal Modern dan Gaya Hidup Berkelanjutan
Mengadopsi pilar resilience, artificial intelligence, dan sustainable era, ajang ini menerjemahkan arah baru gaya hidup urban yang ramah lingkungan dan berbasis teknologi tinggi.
Langkah tersebut sekaligus mempertemukan pelaku industri, investor modal ventura, akademisi, dan jejaring media dalam satu ekosistem terpadu.
Baca Juga: Kemenperin Gandeng IKM Komponen Masuk Rantai Pasok Kendaraan Listrik Nasional
Tahun ini, Industrial Festival memperluas dampaknya dengan mengintegrasikan dua agenda strategis nasional.
Pertama, kolaborasi dengan Halal Indo 2026 pada 24–27 September 2026 di ICE BSD, Tangerang, yang mengupas tuntas potensi bisnis halal modern, adopsi teknologi industri, serta penerapan prinsip ESG syariah.
Kedua, kolaborasi dengan Hari Batik Nasional 2026 di Surabaya yang merevitalisasi ekosistem wastra nusantara agar semakin relevan, modis, dan kompetitif di mata konsumen urban global.
Langkah Nyata Cetak Ekosistem Manufaktur Global
Baca Juga: Kemenperin dan Danareksa Perkuat Pengelolaan Kawasan Industri untuk Percepat Hilirisasi Nasional
Langkah terintegrasi ini menjadi magnet baru bagi talenta muda untuk melihat manufaktur sebagai ruang bertumbuh yang prestisius, modern, dan berkontribusi langsung pada rantai pasok dunia.
“Kami ingin semakin banyak anak muda yang bangga terhadap industri nasional dan tertarik untuk berkarier maupun berwirausaha di sektor industri. Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi kekuatan industri dunia, dan generasi muda adalah aktor utamanya,” pungkas Agus.




