Baca Juga: Tenun Lokal yang Menembus Batas, Roro Esti Dorong Ekspor Fesyen Daerah Melalui IFA 2026
Kontribusi Besar Ekonomi Kreatif DKI
Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta turut menyoroti subsektor fesyen sebagai motor penggerak ekonomi daerah.
Pertumbuhan ekonomi kreatif Jakarta tercatat mencapai 6,6 persen, melampaui pertumbuhan PDRB yang berada di angka 4,40 persen.
“Fesyen merupakan subsektor unggulan dengan kontribusi besar terhadap ekonomi kreatif DKI Jakarta. Kami mendukung berbagai inisiatif, termasuk dari mahasiswa, sebagai ruang untuk mendorong inovasi,” kata Kepala Pusat Pelatihan Profesi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta, Endrati Fariani.
Dari Iklan Layanan Hingga Trunk Show
Acara ini tidak hanya berisi diskusi, tetapi juga menampilkan pendekatan kreatif melalui pemutaran perdana iklan layanan masyarakat bertajuk “Dibalik Tren”.
Sebagai puncaknya, sejumlah jenama lokal seperti Adrie Basuki, Arjun Putra, Allemonq, dan Limittes menggelar trunk show yang memamerkan karya dengan konsep berkelanjutan.
Baca Juga: Dorong Industri IKM, Kemenperin Resmikan Sentra Fesyen di Bintan
Sekretaris Program Studi Komunikasi LSPR, Melvin Bonardo Simanjuntak, menjelaskan bahwa proyek ini adalah bentuk tugas akhir mahasiswa yang dirancang secara aplikatif.
“Diharapkan dapat mendorong perubahan perilaku, sehingga konsumsi fesyen tidak lagi berkontribusi terhadap kerusakan lingkungan,” ujarnya.
Melalui kolaborasi ini, industri fesyen diharapkan tidak hanya sekadar mengikuti tren visual, tetapi bertransformasi menjadi the new engine of growth yang bertanggung jawab secara ekologi dan sosial. (*)






