URBANCITY.CO.ID – Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) berkomitmen mempercepat rehabilitasi hunian bagi korban bencana di Sumatera. Huntap
Menteri PKP Maruarar Sirait menegaskan kesiapan kementeriannya dalam Rapat Koordinasi Tingkat Menteri di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Kamis (18/6).
Pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp2,2 triliun guna menuntaskan pembangunan hunian tetap (huntap) yang sangat dinantikan masyarakat terdampak.
Pemerintah memprioritaskan pembangunan hunian yang aman, cepat, dan berkualitas bagi warga di Aceh, Sumatera Utara, serta Sumatera Barat.
Kementerian PKP telah menyiapkan desain hunian yang menggunakan teknologi RISHA dan bata interlock presisi untuk menjamin ketahanan struktur bangunan.
Baca juga: Kementerian PU Dapat Rp69 Triliun, Proyek Huntap Sumatra Target Rampung 2027
Selain dukungan anggaran, pemerintah daerah juga berperan aktif dalam menyediakan lahan yang siap bangun bagi para korban.
Kesiapan Teknis dan Sumber Daya Manusia
Menteri PKP Maruarar Sirait memastikan bahwa seluruh aspek pendukung pembangunan, baik kebijakan maupun operasional, sudah berada dalam posisi siap.
Kementerian PKP menempatkan sebanyak 122 personel pendukung yang tersebar di wilayah terdampak untuk mengawasi langsung proses konstruksi di lapangan.
Pihaknya juga menggandeng Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk menjamin tata kelola anggaran berjalan akuntabel.
“Kesiapan kebijakan sudah siap, program dan anggaran juga sudah disiapkan dengan nilai sekitar Rp2,2 triliun. Desain hunian tetap beserta prasarana, sarana, dan utilitasnya juga sudah siap menggunakan teknologi RISHA dan bata interlock presisi,” ujarnya.
Prioritas Hunian Tetap Komunal Masyarakat
Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, menekankan urgensi peran Kementerian PKP dalam percepatan rehabilitasi pascabencana di Sumatera.




