
“Tantangan yang paling ini ya, anak-anak ini tuh salah satu tantangan mereka itu mereka kurang PD… terus karena di sini itu mereka temannya circle-nya itu-itu aja, satu enggak masuk, semua enggak masuk, sering terjadi,” Ujar Nur Afifah selaku wakil kepala sekolah.
Selain faktor ekonomi dan fleksibilitas waktu, pihak sekolah juga harus mengatasi hambatan psikologis berupa rendahnya tingkat kepercayaan diri siswa, serta kendala sosial seperti kebiasaan absensi kelompok antar-rekan sebaya. Guna mengatasi hal tersebut, pihak manajemen sekolah secara aktif melakukan pendekatan personal langsung kepada orang tua siswa.
Baca Juga: Mahasiswa KKN UIC dan BPD Diharapkan Berkolaborasi dalam Pendampingan Digital UMKM Desa Cinagara
Sebagai upaya strategis untuk meningkatkan daya saing lulusannya, Sekolah Alam Pangrango juga membekali para siswa dengan kecakapan khusus, seperti pelatihan bahasa Inggris agar mereka siap menjadi pemandu wisata (tour guide) bagi wisatawan asing di destinasi wisata Curug Cikaracak yang berada tidak jauh sekitar kawasan sekolah. Melalui model pendidikan yang inklusif, adaptif, dan bebas biaya SPP bulanan, SMP Alam Pangrango terus berupaya memutus rantai keterbatasan demi masa depan generasi muda di pelosok desa.




