URBANCITY.CO.ID - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus menhttps://urbancity.co.id/wp-content/uploads/2019/10/Post-1.pngg penguatan tata kelola dan integritas OJK dan sektor jasa keuangan (SJK) secara berkelanjutan melalui kolaborasi dengan berbagai stakeholder, dalam penyelenggaraan Roadshow Governansi di berbagai daerah. Roadshow Governansi 2024 mengusung tema "Transformasi Governansi Pilar Penyangga Integritas OJK" dengan beberapa rangkaian kegiatan. Yaitu, Student Integrity Campaign (In Camp) dalam bentuk kuliah umum kepada civitas academica, dan Governance Insight Forum (In Fo) dan Integrity Talk (In Talk) dalam bentuk forum diskusi dengan seluruh pemangku kepentingan OJK di wilayah Kantor OJK di daerah. Ketua Dewan Audit OJK Sophia Wattimena membuka rangkaian Roadshow Governansi 2024 bersamaan dengan kegiatan In Camp di Universitas Nusa Cendana, Kupang, Nusa Tenggara Timur, Selasa (5/3/2024). Kegiatan ini merupakan Roadshow Governansi pertama tahun ini, sekaligus pembuka rangkaian Roadshow Governansi di wilayah kerja kantor OJK lainnya. “Kami berpesan kepada rekan-rekan mahasiswa untuk berintegritas dan mencegah perilaku koruptif di lingkungan masing-masing, baik di lingkungan keluarga, kampus, maupun masyarakat umum. Tetap tegakkan integritas, biasakan hidup cukup dan hemat, serta ingat selalu pada 2L (legal dan logis) sebelum berinvestasi,” kata Sophia, seperti dikutip keterangan resmi Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan dan Komunikasi OJK Aman Santosa. Kuliah umum dihadiri Rektor Universitas Nusa Cendana Prof Dr drh Maxs UE Sanam MSc, dan Direktur Pengembangan PT Bursa Efek Indonesia Jeffrey Hendrik selaku narasumber, diikuti oleh lebih dari 1.000 civitas academica yang terdiri dari rektor, dosen, dan mahasiswa dari perguruan tinggi di NTT secara hybrid.<!--nextpage--> Maxs menyambut baik In Camp OJK dan menekankan pentingnya literasi keuangan agar terhindar dari perangkap pinjaman online ilegal dan judi online. “Kami menemukan beberapa kasus yang cikal bakalnya dari literasi keuangan yang rendah. Banyak anak-anak kami terlibat pinjol, dan ketika sudah terjerat, potensi berikutnya lari ke judi online,” katanya. Baca juga: <a href="https://urbancity.co.id/ojk-denda-ratusan-pelaku-pasar-modal-rp35-miliar/">OJK Denda Ratusan Pelaku Pasar Modal Rp35 Miliar</a> Sementara Jeffrey dalam paparannya menyampaikan pentingnya pemahaman investor sebelum berinvestasi, dan mengajak mahasiswa untuk mengoptimalkan potensi investasi di pasar modal Indonesia. “Investor harus memahami bentuk dan risiko investasi, dan memastikan investasi yang dipilih bukan investasi bodong. Dengan demikian investor melindungi diri sendiri dan keluarganya,” ujarnya. Roadshow Governansi di Kupang dilanjutkan dengan kegiatan In Fo yang dihadiri perwakilan industri jasa keuangan, kementerian/lembaga/pemerintah daerah mitra OJK, Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), Satgas Pasti, serta penyedia barang dan jasa di wilayah Kantor OJK Nusa Tenggara Timur. Dalam kesempatan itu Sophia menyatakan, seluruh instansi baik dari SJK, pemerintah, maupun lembaga terkait harus berkolaborasi memperkuat praktik governansi di Indonesia, khususnya untuk sektor jasa keuangan. “OJK akan terus mendukung penguatan governansi sektor jasa keuangan berkolaborasi dengan seluruh stakeholder, melalui penerapan three lines model dan strategi anti-fraud,” tegas Sophia. Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah NTT Fluori Rita Wuisan mewakili Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur, menyampaikan dukungan pemerintah Provinsi Nusa Tenggara atas upaya OJK dalam memperkuat tata kelola dan integritas sektor jasa keuangan. Ke depan OJK akan terus memperkuat implementasi governansi dan integritas tidak hanya di internal OJK, namun juga kepada industri jasa keuangan dan masyarakat.<!--nextpage--> <strong>Dapatkan Informasi Menarik Lainnya di <a href="https://news.google.com/publications/CAAqBwgKMNO7qgww4Lu3BA?ceid=ID:id&oc=3">GOOGLE NEWS</a></strong> <div class="jeg_pagelinks jeg_pagination jeg_pagenav_1 jeg_alignleft no_navtext"></div>