“Yield-nya lebih bagus daripada yield BTN hari ini, makanya kita beli. Kemudian NPL-nya lebih kecil. Sehingga di akhir tahun, NPL rasio BTN diproyeksikan turun di bawah 3 persen,” jelasnya.
Baca Juga: Laba BTN Melesat 22,6 Persen, Sukses Salurkan KPR untuk 6 Juta Keluarga Indonesia
Meski identitas lawan transaksi belum diungkap, BTN menargetkan penandatanganan perjanjian rampung pada pertengahan Mei mendatang.
Target Pertumbuhan dan Perubahan Pengurus
Untuk tahun buku 2026, bank spesialis perumahan ini membidik pertumbuhan kredit di kisaran 8–10 persen.
Selain fokus pada rumah subsidi dan non-subsidi, BTN juga memperluas ekosistem pembiayaan melalui kerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) untuk pengembangan hunian vertikal berbasis kawasan transit (TOD).
Selain menyetujui RKAP 2026, RUPST juga melakukan penyegaran dalam susunan pengurus. Posisi Wakil Komisaris Utama kini dijabat oleh Endra Gunawan, menggantikan Dwi Ary Purnomo yang mendapat penugasan baru sebagai Direktur Keuangan Jasa Raharja.
Sementara itu, Nofry Rony Poetra dan Eko Waluyo kembali diangkat sebagai anggota Direksi guna menjaga kesinambungan transformasi bisnis.
Baca Juga: BTN JAKIM 2026 Diproyeksikan Dongkrak Ekonomi Jakarta
“BTN optimistis susunan pengurus yang baru akan semakin memperkuat kepemimpinan perseroan dalam mendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan serta peningkatan nilai bagi seluruh pemangku kepentingan,” pungkas Nixon. (*)





