URBANCITY.CO.ID – Dinamika peradaban perkotaan modern menempatkan riset terapan dan inovasi sains sebagai mesin utama pertumbuhan ekonomi masa depan.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Pusat Pengembangan Prestasi dan Pembinaan Karakter (Puspreska) membuktikan komitmen tersebut dengan mengantarkan delegasi pelajar nasional mendominasi ajang Young Inventors Challenge (YIC) 2026.
Sebanyak 16 peneliti belia Indonesia sukses memborong satu medali emas, satu perak, dua perunggu, serta empat penghargaan Consolation Prizes dalam kompetisi riset bergengsi dunia tersebut.
Dominasi ini mencerminkan lompatan signifikan dari perolehan tahun 2025 yang hanya membukukan satu perak dan satu gelar konsolasi.
Baca Juga: Investasi Masa Depan: Kemdiktisaintek dan LPDP Pacu Riset Global serta Talenta Unggul
Lompatan capaian ini menegaskan efektivitas ekosistem pembinaan sains berkesinambungan yang mengubah gagasan ilmiah siswa sekolah menengah menjadi purwarupa bernilai komersial tinggi.
Kepala Puspreska Kemendikdasmen, Rusprita Putri Utami, memaparkan signifikansi peningkatan prestasi anak binaannya di kancah global.
“Prestasi yang diraih dalam ajang YIC kali ini meningkat empat kali lipat, dari satu medali pada 2025 menjadi empat medali pada 2026. Jumlah tim penerima penghargaan juga meningkat dari dua tim pada 2025 menjadi delapan tim.
Kami berharap capaian ini dapat menjadi motivasi bagi adik-adik untuk terus mengembangkan potensi, kreativitas, dan kemampuan inovasinya,” jelas Kepala Puspreska, Kemendikdasmen, Rusprita Putri Utami.




