Seluruh tahapan, mulai dari pra-kurasi hingga kurasi final, bertujuan menciptakan pelaku usaha yang tangguh dan adaptif terhadap teknologi.
Keberhasilan program ini tecermin dari kisah para alumninya. Rifera, pelaku usaha eco-fashion asal Sumatera Selatan, kini sukses menembus pameran produk unggulan regional.
Begitu pula dengan Sofyani Mirah, pendiri Bananania asal Yogyakarta, yang mengawali langkah di PFpreneur 2020 hingga sukses menembus pasar internasional di China dan Kanada melalui program Go Global.
Energi untuk Kesetaraan
Sejak diinisiasi oleh Pertamina Foundation pada 2020, program ini telah mendampingi 6.325 UMKM perempuan di sektor kuliner, fesyen, kerajinan, hingga agribisnis.
Baca Juga: Fashion Circular Besutaan UMKM Binaan Pertamina Curi Perhatian JMFW 2024
Inisiatif ini selaras dengan poin ketiga Asta Cita pemerintah dalam mendorong kewirausahaan, serta mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) terkait kesetaraan gender.
President Director Pertamina Foundation, Agus Mashud S. Asngari, menegaskan bahwa PFpreneur adalah wadah untuk menghidupkan semangat Kartini di era modern melalui kemandirian ekonomi.
PFpreneur bukan sekadar program pelatihan. Ini adalah ekosistem yang kami rancang agar setiap perempuan pelaku usaha di Indonesia bisa mandiri, menginspirasi, dan menghidupi orang lain.
“Program ini menunjukkan bahwa Pertamina hadir sebagai energi penggerak keberdayaan perempuan Indonesia,” tutup Agus. (*)






