KWT Embun Pagi kini tak hanya memproduksi tepung mentah. Mereka juga merambah produk turunan seperti eyek-eyek, camilan renyah yang mulai merambah pasar kabupaten hingga provinsi melalui berbagai ajang pameran, termasuk Sriwijaya Expo di Palembang.
Kemandirian Pangan dan Keberlanjutan
Manager Community Involvement & Development (CID) Regional 1, Iwan Ridwan Faizal, menilai mocaf memiliki potensi strategis untuk mengurangi ketergantungan nasional pada gandum impor. Dengan bahan baku lokal, biaya produksi lebih terkendali dan ekonomi desa berputar lebih kencang.
Baca Juga: PHE Catat Produksi Migas Solid 2025, Jaga Ketahanan Energi Nasional
“Program pemberdayaan masyarakat dirancang agar bergulir memberikan manfaat langsung terhadap kelompok dan secara tidak langsung berkelanjutan berdampak ke ekonomi masyarakat. Program ini memberi kesempatan bagi para ibu rumah tangga untuk lebih berdaya dan terlibat dalam aktivitas ekonomi,” jelas Iwan.
Di bulan Ramadan, tepung mocaf menjadi pilihan favorit karena karakteristiknya yang bebas gluten dan ramah bagi pencernaan setelah seharian berpuasa.
Dari nastar hingga brownies kukus, mocaf terbukti mampu menyaingi tekstur terigu gandum. Bagi Desa Simpang Bayat, singkong bukan lagi sekadar hasil kebun biasa, melainkan simbol kemandirian pangan dan penguat ekonomi keluarga. (*)






