URBANCITY.CO.ID – Geliat roda ekonomi regional kini menawarkan magnet baru bagi para pelaku pasar dan investor yang membidik diversifikasi portofolio di luar pulau Jawa.
Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mengambil langkah strategis untuk mengawal pemulihan ekonomi masyarakat terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat melalui program rehabilitasi ekonomi multi-tahun hingga 2028.
Menteri UMKM Maman Abdurrahman menegaskan bahwa agenda pemulihan ini melampaui bantuan darurat awal demi menciptakan ekosistem usaha yang mandiri, kompetitif, dan berkelanjutan.
Inisiatif tersebut hadir dalam Kick Off Sosialisasi Program/Kegiatan Pemulihan Ekonomi Terdampak Bencana Sumatera yang mempertemukan pemangku kepentingan lintas level, mulai dari Gubernur Sumatera Utara, Gubernur Sumatera Barat, Wakil Gubernur Aceh, hingga para kepala daerah tingkat dua.
Baca Juga:Â Rahasia UMKM Lokal Tembus Pasar Global: Sentuhan Budaya dan Cuan Urban
“Presiden menyampaikan pesan khusus kepada saya agar bantuan dan dukungan terhadap pemulihan ekonomi di tiga provinsi ini jangan hanya selesai di awal saja. Kita harus fokus hingga tataran pemulihan ekonomi yang kontinuitasnya terjaga sampai tahun 2028. Pemerintah pusat tidak akan membiarkan pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota berjalan sendiri,” kata Menteri Maman dalam rapat yang digelar secara daring, Rabu (26/8).
Menteri Maman mengklarifikasi pergeseran jadwal eksekusi program sekitar satu setengah bulan akibat sinkronisasi administratif dan penyesuaian mekanisme anggaran negara.




