<strong>URBANCITY.CO.ID</strong> - Hydrogen Refueling Station (HRS) pertama di Indonesia secara resmi beroperasi pada Jum'at, 23 Februari 2023. Lantaran pembangunan HRS di wilayah Senanyan, Jakarta tersebut PT PLN (Persero) mendapat acungan jempol dari berbagai pihak. Apresiasi tinggi datang dari Pemerintah dan anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Pembangunan infrastruktur penunjang kendaraan ramah lingkungan berbasis hidrogen tersebut merupakan langkah nyata PLN dalam mendukung transisi energi di Tanah Air. Peresmian HRS dihadiri langsung oleh Plt Direktur Jenderal (Dirjen) Energi Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM, Jisman P. Hutajulu. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan apresiasinya atas komitmen PLN menhttps://urbancity.co.id/wp-content/uploads/2019/10/Post-1.pngg ekosistem hijau berbasis energi baru dan terbarukan (EBT). Pembangunan HRS ini ia anggap sebagai breakthrough PLN terkait pemanfaatan hidrogen hijau dan diharapkan mampu menopang ketahanan energi nasional di era krisis iklim dunia. Baca Juga: <a href="https://urbancity.co.id/pln-gandeng-bmw-beli-mobil-listrik-gratis-home-charging/">PLN Gandeng BMW, Beli Mobil Listrik Gratis Home Charging</a> “Melalui peresmian ini, PLN menunjukkan karya nyata dan bukti konkret energi hidrogen merupakan satu keniscayaan bagi Indonesia," kata Jisman, dikutip Urbancity.co.id, Rabu, 28 Februari 2024. Jisman mengungkapkan, saat ini terjadi pergeseran dalam sistem produksi dan substitusi energi ke sumber energi baru terbarukan yang bebas emisi karbon. Karenanya, di Indonesia, transisi energi sebagai upaya navigasi perubahan iklim sekaligus menjadi salah satu strategi menjaga ketahanan energi.<!--nextpage--> Selain itu, Jisman menambahkan bahwa pengembangan ekosistem kendaraan berbasis hidrogen mencerminkan keseriusan Pemerintah Indonesia dalam memperluas akses terhadap teknologi bersih dan terjangkau masyarakat. Tujuannya adalah menhttps://urbancity.co.id/wp-content/uploads/2019/10/Post-1.pngg pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. “Hidrogen diidentifikasi sebagai satu-satunya pembawa energi nol karbon selain listrik, khususnya upaya dekarbonisasi sektor transportasi,” tambahnya. Baca Juga: <a href="https://urbancity.co.id/pln-icon-plus-lakukan-penataan-kabel-fiber-optik-di-simpang-joglo-surakarta/">PLN Icon Plus Lakukan Penataan Kabel Fiber Optik di Simpang Joglo Surakarta</a> Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Dyah Roro Esti mengatakan sangat mendukung langkah PLN untuk terus memperkuat ekosistem transportasi hijau. Hal ini sejalan dengan visi misi komisi VII dalam menyukseskan transisi energi di Indonesia. “Jadi saya itu multiperan sebagai brand ambassador Hidrogen dan anggota Komisi VII juga, kami tentunya sangat amat mendukung, turut menyukseskan bagaimana negara Indonesia mewujudkan transisi energi,” ujarnya. Pengembangan hidrogen hijau dapat mengurangi emisi karbon hingga 4,15 juta ton per tahun dan akan berkontribusi besar dalam upaya pelestarian lingkungan. Saat ini Komisi VII sedang mengupayakan agar rancangan undang-undang (RUU) mengenai energi baru terbarukan (EBT) bisa segera disahkan agar langkah PLN memperoleh dukungan yang lebih besar. “Kami berharap (hidrogen) bisa komersial, dari segi lingkungan bisa terjaga, dan tentunya berupaya untuk mengurangi emisi karbon,” pungkas Roro.<!--nextpage--> <strong>Dapatkan Informasi Menarik Lainnya di <a href="https://news.google.com/publications/CAAqBwgKMNO7qgww4Lu3BA?ceid=ID:id&oc=3">GOOGLE NEWS</a> </strong>