Prabowo melihat potensi integrasi antara hasil industri pengolahan sampah dengan program sosial pemerintah, khususnya dalam bantuan renovasi hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
“Gentengnya lumayan efektif. Gentengnya cukup murah dan ini mungkin bisa masuk anggaran kita untuk bantuan perbaikan rumah. Anggaran perbaikan rumah sekarang, 1 rumah 20 juta (rupiah). Jadi ini satu rumah kita perhitungkan 4 sampai 5 juta (rupiah) untuk gentengnya,” kata Prabowo.
Estetika dan Kualitas Hidup
Selain aspek ekonomi, Prabowo juga menyoroti pentingnya estetika dan kesehatan dalam pembangunan pemukiman.
Ia mendorong pengurangan penggunaan atap seng yang rentan berkarat dan merusak pemandangan, serta mengarahkan penggunaan material yang lebih sehat dan tahan lama hasil inovasi pengolahan sampah.
Baca Juga: Optimalisasi TPS3R Atasi Jutaan Ton Timbulan Sampah Mengerikan
“Berkarat itu nanti ujungnya tidak sehat untuk yang huni dan pandangannya juga tidak bagus. Kita akan kembalikan Indonesia menjadi Indonesia yang benar-benar indah. Jadi pariwisata itu bagus dan kita nyaman tinggalnya,” pungkasnya.
Kebijakan ini menandai pergeseran paradigma pemerintah dalam memandang sampah. Bukan lagi sebagai masalah lingkungan semata, melainkan sebagai pilar pembangunan yang berdampak langsung pada kualitas hidup rakyat dan daya tarik pariwisata nasional. (*)






