2. Alarm Buruknya Kualitas Air
Melimpahnya populasi ikan sapu-sapu di sebuah sungai bukanlah pertanda baik. Sebaliknya, hal itu merupakan indikator kuat bahwa kualitas air telah terdegradasi. Ikan ini memiliki daya tahan yang luar biasa di lingkungan ekstrem yang minim oksigen dan kaya polutan.
“Ikan sapu-sapu karena daya hidupnya sangat tinggi, tingkat adaptasinya terhadap kualitas air yang kurang baik, maka bisa hidup. Tapi pada range tertentu bila perairannya makin buruk ikan ini juga akan terdampak bahkan bisa mengalami kematian,” kata Triyanto, Rabu, 28 Januari lalu.
Kondisi sungai Jakarta yang tercemar zat organik dan sedimentasi tinggi memberikan ruang eksklusif bagi spesies ini, sementara ikan lokal yang sensitif perlahan punah.
3. Laju Reproduksi Tanpa Predator
Salah satu faktor yang membuat populasi ikan ini meledak adalah kemampuan reproduksinya. Dalam sekali bertelur, seekor betina mampu menghasilkan $1.000$ hingga $5.000$ butir telur. Hebatnya, tingkat kelulusan hidup (survival rate) anakan ikan ini sangat tinggi karena dijaga ketat oleh induk jantan.
Selain mencapai kematangan reproduksi dalam waktu singkat (6-12 bulan), ikan ini terlindung oleh kulit tubuh yang keras seperti lapisan baja. Hal ini membuat predator alami di perairan Indonesia enggan memangsanya.
4. Menggusur Ikan Lokal
Dominasi ikan sapu-sapu di dasar sungai menciptakan persaingan ruang dan sumber daya yang tidak sehat. Sifatnya yang agresif dan ekspansif membuat ikan-ikan asli Jakarta kehilangan wilayah jelajahnya.
“Jika populasinya terus meningkat tanpa kendali, ikan sapu-sapu berpotensi mengganggu keseimbangan ekosistem sungai. Dominasi spesies invasif dapat mengurangi keanekaragaman ikan asli, mengubah rantai makanan, dan menurunkan nilai ekonomi perikanan lokal,” ujar Triyanto menambahkan.
Meski aksi pembersihan massal oleh Pemprov DKI sangat krusial, Triyanto menyarankan langkah berkelanjutan. Monitoring rutin dan edukasi masyarakat agar tidak membuang spesies asing ke sungai menjadi kunci utama.
Selain itu, perlu ada kajian mengenai pemanfaatan ikan sapu-sapu untuk sektor industri, seperti bahan pakan ternak, agar populasinya dapat ditekan melalui pendekatan nilai ekonomi.






