Baca Juga:Â AirNav Kerahkan Relawan BUMN: Dorong Potensi Desa Boyolali
Jarak sebaran abu yang kini berada sekitar lima mil laut (5 NM) dari landasan pacu memicu otoritas penerbangan untuk tetap mempertahankan status penutupan.
Langkah terukur ini memberi kepastian jadwal bagi para eksekutif dan wisatawan urban dalam menyusun ulang tiket perjalanan maupun akomodasi tanpa mengorbankan aspek keselamatan jiwa.
Memetakan Koridor Udara Nasional dari Maluku hingga Jawa
Dinamika cincin api nusantara turut mempengaruhi sejumlah jalur penerbangan domestik lain yang menghubungkan sentra ekonomi daerah.
Baca Juga:Â Sinyal GPS Pesawat Diacak, Komisi V DPR Cek Benteng Navigasi AirNav Indonesia
Pengamatan ASHTAM VAWR9997 mencatat Gunung Dukono di Halmahera Utara menyemburkan abu vulkanik hingga lapisan FL070 ke arah timur laut dengan laju 15 knot, yang menempatkan Bandara Leo Wattimena (WAEW) sebagai aerodrom terdampak meski otoritas belum menghentikan penerbangan komersial.
Kondisi serupa menyentuh ruang udara Jawa Timur saat Gunung Semeru melontarkan material vulkanik hingga lapisan FL150 dengan dorongan angin kencang menuju arah timur berkecepatan 30 knot.
Pembaruan ASHTAM VAWR9994 memasukkan Bandara Noto Hadinegoro (WARE) di Jember ke dalam area terdampak sambil tetap menyiagakan operasional landasan secara fleksibel.
Sementara itu, observasi ASHTAM VAWR9995 pada aktivitas Gunung Ibu di Halmahera Barat mendeteksi kepulan debu di level FL080 tanpa mengganggu fungsi aerodrom terdekat.
Baca Juga:Â Sinyal GPS Pesawat Terganggu RFI, AirNav Indonesia Siapkan Navigasi Darat Cadangan




