Baca Juga: Haru dan Bangga Diaspora Sambut Kedatangan Presiden Prabowo Subianto di Paris
“Forum ini tidak hanya menjadi wadah dialog antara pelaku usaha, tetapi juga menjadi mesin penggerak untuk mendorong investasi, perdagangan, dan kerja sama strategis yang memberikan manfaat nyata bagi kedua negara,” ujar Rosan melalui keterangan tertulis resmi.
Tak main-main, meja perundingan itu mempertemukan 30 bos perusahaan kelas kakap dunia yang jika digabungkan memiliki kapitalisasi pasar fantastis sebesar USD 1,3 triliun.
Nakhoda dewan bisnis ini dipegang bersama oleh CEO Danone, Antoine de Saint-Affrique, selaku perwakilan Prancis, serta Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie.
Incar Lonjakan Nilai Dagang Tiga Kali Lipat
Fokus aliran dana segar senilai puluhan triliun rupiah ini nantinya akan diguyurkan untuk memperkuat sektor ketahanan energi, memperluas keran perdagangan, serta memodernisasi kerja sama pertahanan.
Baca Juga: Momen Akrab Presiden Prabowo Salat Iduladha 1447 H Bersama Diaspora di Paris
Bagi Rosan, keberhasilan mengamankan komitmen ini menjadi bukti sahih bahwa daya saing iklim investasi di Indonesia semakin memikat di mata Uni Eropa.
“Kepercayaan dunia usaha Prancis terhadap Indonesia terus meningkat. Kesepakatan yang tercapai menunjukkan bahwa Indonesia dipandang sebagai mitra strategis yang memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang dan iklim investasi yang semakin kompetitif,” tambah Rosan optimis.
Menatap masa depan, Dewan Bisnis Indonesia–Prancis menaruh target tinggi, yakni mendongkrak nilai perdagangan bilateral hingga tiga kali lipat pada tahun 2035 mendatang.




