Rantai pasok mereka juga belum sepenuhnya terlokalisasi di Eropa, sehingga biaya logistik komponen sangat mahal.
Selisih Ongkos: Lembaga analisis UBS membongkar bahwa memproduksi mobil listrik di Eropa membuat ongkos produksi 30% hingga 40% lebih mahal daripada memproduksinya di Tiongkok. Ini yang menyebabkan pabrikan Eropa kesulitan menandingi harga jual BYD di pasar global.
Baca Juga:Â Pasar Otomotif Awal 2026 Menguat, BYD Agresif Perluas Lini SUV Listrik
Jika BYD menghabiskan biaya sekitar USD 20.000 (Rp350 juta) untuk merakit satu unit Sealion 7, pabrikan Jepang membutuhkan sekitar USD 24.500 (Rp428 juta), dan pabrikan Eropa harus merogoh kocek hingga USD 28.000 (Rp490 juta) untuk memproduksi EV dengan spesifikasi serupa.
Keunggulan efisiensi biaya inilah yang membuat BYD bisa menjual mobil kaya fitur dengan harga yang merusak pasar (market disruptor). (*)




