URBANCITY.CO.ID – Bos Djarum Group, Robert Budi Hartono, kini resmi menjadi pengendali tunggal BCA (PT Bank Central Asia Tbk). Perubahan status ini terjadi setelah sang kakak, Michael Bambang Hartono, meninggal dunia. Robert mengapit posisi Pemegang Saham Pengendali Terakhir (PSPT) di bank swasta terbesar tersebut.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mencatat perubahan ini. OJK mengirim Surat Nomor SR 21/PB.333/2026 tertanggal 29 Juli 2026. BCA menerima surat tersebut pada 30 Juli 2026.
Corporate Secretary BCA, Rudy Budiardjo, memberi penjelasan. Bambang Hartono sebelumnya memegang saham PT Dwimuria Investama Andalan (DIA). PT DIA merupakan perusahaan pengendali BCA. “Dengan perubahan di tingkat perusahaan induk tersebut, Robert resmi menjadi Pemegang Saham Pengendali Terakhir (PSPT) BCA secara tunggal,” ujar Rudy, Senin (3/8/2026).
Rudy memastikan status baru ini tidak mengubah porsi kepemilikan Robert di PT DIA. Robert tetap memegang 51 persen saham perusahaan tersebut.
Baca Juga :Â Sektor Transportasi, Pangan, dan Emas Perhiasan Dorong Inflasi Pada Juli 2026
Profil dan Imperium Bisnis Sang Pengendali Tunggal BCA
Robert Budi Hartono masuk daftar orang terkaya di Indonesia. Pundi kekayaannya berasal dari sektor perbankan, tembakau, teknologi, dan properti.
Data Real Time Net Worth Forbes per 2 Agustus 2026 mencatat kekayaan bersih Robert. Angkanya mencapai 15,7 miliar dollar AS atau sekitar Rp 282,4 triliun (kurs Rp 17.992 per dollar AS). Forbes menempatkan Robert pada posisi ke-184 orang terkaya di dunia. Investasi di BCA menjadi sumber kekayaan utamanya.
Keluarga Hartono juga menguasai bisnis tembakau melalui PT Djarum. Djarum merupakan salah satu produsen rokok kretek terbesar di Indonesia. Selain itu, mereka memiliki merek elektronik Polytron, properti di Jakarta, dan saham di Razer.
Pada 2022, Robert dan Michael membawa PT Global Digital Niaga Tbk (Blibli) melantai di bursa. Aksi IPO tersebut menghimpun dana sekitar 510 juta dollar AS (Rp 9,17 triliun). Estimasi angka kekayaan Robert ini terus bergerak mengikuti pasar saham.




