“Laporan tersebut menunjukkan permintaan yang berkelanjutan, kejelasan tentang tarif, dan hilangnya gangguan pasokan terkait Perang Teluk, yang meningkatkan permintaan di pasar kerja,” kata Ibrahim.
Kombinasi penguatan ekonomi AS dan tekanan dari dalam negeri membuat rupiah bergerak dalam tren melemah. Kondisi ini menjadi pengingat bagi investor dan masyarakat urban untuk memperhatikan strategi diversifikasi aset, mengelola risiko nilai tukar, serta mencermati peluang investasi yang tetap mampu memberikan imbal hasil di tengah volatilitas pasar.
Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Selasa juga melemah ke level Rp18.037 per dolar AS dari posisi sebelumnya Rp17.991 per dolar AS.




