Perubahan susunan Direksi berlangsung di tengah kinerja BTN yang tetap solid. Hingga Juni 2026, aset BTN mencapai Rp545,16 triliun atau tumbuh 12,41% secara tahunan. Kredit dan pembiayaan meningkat 11,17% menjadi Rp418,11 triliun, sedangkan dana pihak ketiga mencapai Rp433,00 triliun atau tumbuh 6,55%.
Pada periode yang sama, laba bersih BTN tumbuh 40,78% secara tahunan menjadi Rp2,41 triliun. Capaian tersebut menjadi fondasi bagi jajaran pengurus untuk melanjutkan transformasi sekaligus memperkuat kontribusi BTN terhadap perekonomian nasional, khususnya di sektor perumahan.
“Kami berharap BTN ke depan jauh lebih baik dibandingkan dengan yang sudah dicapai sampai hari ini. Itu ekspektasi kami. Sekali lagi, kami juga mengucapkan terima kasih atas dukungan yang luar biasa kepada BTN,” ujar Nixon.
Adapun, susunan Dewan Komisaris dan Direksi BTN setelah RUPSLB adalah sebagai berikut:
DEWAN KOMISARIS
Komisaris Utama: Suryo Utomo
Wakil Komisaris Utama: Endra Gunawan
Komisaris Independen: Panangian Simanungkalit
Komisaris Independen: Pietra Machreza Paloh
Komisaris Independen: Ida Nuryanti
Komisaris: Fahri Hamzah
Komisaris: Didyk Choiroel
DIREKSI
Direktur Utama: Nixon L.P. Napitupulu
Wakil Direktur Utama: Oni Febriarto Rahardjo
Direktur Operations: I Nyoman Sugiri Yasa
Direktur Treasury & International Banking: Venda Yuniarti
Direktur Consumer Banking: Evita Barliana
Direktur Network & Retail Funding: Rully Setiawan
Direktur Corporate Banking: Helmy Afrisa Nugroho
Direktur Commercial Banking: Hermita
Direktur Finance & Strategy: Adityo Kusumo
Direktur Information Technology: Gatot Prasetyo
Direktur Risk Management: Johanes Barus
Direktur Human Capital & Compliance: Wiwik Wahyuni. (*)




