Indonesia mengecam keras insiden yang menewaskan empat Pasukan Penjaga Perdamaian asal Indonesia yang tengah bertugas di bawah misi UNIFIL.
Indonesia menuntut akuntabilitas penuh dan investigasi menyeluruh terhadap pihak yang bertanggung jawab atas tragedi tersebut.
Sugiono menyatakan dengan tegas bahwa keselamatan personel penjaga perdamaian PBB adalah prinsip mutlak yang tidak dapat dikompromikan oleh pihak mana pun.
Baca Juga: Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Indonesia Desak PBB Evaluasi Keamanan UNIFIL
Reformasi Ekonomi dan Proses Gabung NDB
Selain isu keamanan, Indonesia menyerukan reformasi total pada tata kelola perdagangan dunia melalui Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) agar tercipta sistem yang inklusif, terbuka, dan non-diskriminatif.
Sejalan dengan tema keketuaan India tahun ini, yaitu “Building for Resilience, Innovation, Cooperation and Sustainability”, Indonesia menyambut baik penguatan New Development Bank (NDB).
Sugiono mengonfirmasi bahwa Indonesia saat ini sedang menyelesaikan proses birokrasi internal untuk resmi bergabung dengan bank pembangunan bentukan BRICS tersebut.
Langkah ini dinilai strategis bagi perekonomian nasional, mengingat blok BRICS saat ini menguasai sekitar 28 hingga 30 persen PDB global dan mewakili 45 persen total populasi dunia.
Pertemuan para Menlu ini merupakan bagian dari persiapan menuju Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS ke-18 yang akan digelar pada 12-13 September 2026 di New Delhi. (*)






