URBANCITY.CO.ID – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperluas akses pasar ekspor melalui penguatan kolaborasi internasional.
Melalui Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI), Indonesia bersinergi dengan Jerman dalam ajang 3rd High-Level Indonesian-German Annual Meeting on Quality Infrastructure untuk memperkuat standar mutu industri nasional.
Pertemuan strategis yang berlangsung di Jakarta ini menjadi fondasi penting bagi manufaktur lokal agar lebih kompetitif, adaptif terhadap regulasi global, dan siap menghadapi transformasi digital.
Harmonisasi Standar Menuju I-EU CEPA
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa penguatan infrastruktur mutu (Quality Infrastructure) adalah kunci untuk meningkatkan daya saing di tengah dinamika perdagangan global. Kerja sama ini diharapkan mempermudah produk Indonesia masuk ke pasar Eropa.
Baca Juga: Ekonomi RI Tumbuh 5,61%, Sektor Manufaktur Jadi Penyumbang Terbesar di Kuartal I
“Kerja sama Indonesia dan Jerman di bidang Quality Infrastructure diharapkan dapat memperkuat ekosistem industri nasional agar semakin kompetitif, adaptif terhadap perkembangan regulasi global, serta mampu memperluas akses pasar ekspor, khususnya ke kawasan Eropa,” ujar Menperin Agus Gumiwang dalam keterangannya, Kamis (14/5/2026).
Fokus pada Paspor Produk Digital (DPP)
Salah satu poin krusial dalam pertemuan ini adalah kesiapan Indonesia menghadapi implementasi Digital Product Passport (DPP) dari Uni Eropa.
Infrastruktur mutu yang terdigitalisasi akan menjadi identitas digital bagi produk ekspor, mencakup informasi keberlanjutan dan kualitas yang diakui secara internasional.




