Emas Perhiasan Semakin Menarik sebagai Aset
Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mengalami inflasi tertinggi, yakni 9,04 persen (yoy) dengan kontribusi 0,61 persen terhadap inflasi nasional. Peningkatan tersebut terutama dipengaruhi oleh naiknya harga emas perhiasan.
Baca Juga:Â Inflasi April 2026 Tercatat 0,13 Persen, Harga Cabai dan Daging Ayam Kompak Turun
Kenaikan harga emas memperlihatkan bahwa logam mulia masih menjadi aset yang diminati masyarakat ketika ketidakpastian ekonomi meningkat. Di sisi lain, harga yang terus naik juga membuat konsumen perlu mempertimbangkan waktu pembelian maupun strategi investasi secara lebih matang.
Berdasarkan komponennya, inflasi inti (core inflation) tercatat sebesar 2,76 persen (yoy) dan memberikan andil terbesar terhadap inflasi umum sebesar 1,76 persen. Komoditas penyumbangnya meliputi emas perhiasan, minyak goreng, nasi dengan lauk, telepon seluler, serta biaya akademi dan perguruan tinggi.
Inflasi Merata di Seluruh Provinsi Indonesia
Komponen harga yang diatur pemerintah (administered prices) mengalami inflasi sebesar 3,58 persen (yoy) dengan andil 0,70 persen. Kenaikan terutama dipengaruhi oleh bensin, tarif angkutan udara, SKM, serta bahan bakar rumah tangga.
Sementara itu, komponen harga bergejolak (volatile food) tercatat sebesar 2,52 persen (yoy) dan menyumbang 0,42 persen terhadap inflasi. Beras, daging ayam ras, cabai merah, dan daging sapi menjadi komoditas utama yang mendorong kenaikan harga pada kelompok ini.
Secara regional, seluruh provinsi mengalami inflasi tahunan. Papua Barat mencatat inflasi tertinggi sebesar 5,47 persen, sedangkan Papua Selatan menjadi provinsi dengan inflasi terendah sebesar 1,46 persen. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tekanan harga masih dirasakan secara luas, meski intensitasnya berbeda di setiap daerah.




