Kerusakan Infrastruktur dan Tekanan Reservoir
Persoalan tidak berhenti pada distribusi. Memulai kembali operasi ladang minyak dan kilang yang sempat mati suri adalah perkara teknis yang rumit. Perusahaan raksasa seperti Saudi Aramco dan ADNOC harus mengoordinasikan pemulangan ribuan pekerja yang sempat dievakuasi.
Data International Energy Agency (IEA) menunjukkan:
-
50 Persen ladang minyak bisa kembali normal dalam dua minggu.
-
30 Persen lainnya membutuhkan waktu hingga enam minggu.
-
20 Persen sisanya (setara 2,5 – 3 juta barel per hari) mengalami kerusakan teknis serius seperti tekanan reservoir rendah.
Bahkan, fasilitas strategis seperti pusat LNG Ras Laffan di Qatar dikabarkan mengalami kerusakan besar. Perbaikan menyeluruh pada fasilitas ini diprediksi memerlukan waktu hingga lima tahun.
Proses Panjang Menuju Stabilitas
Dalam skenario paling optimistis sekalipun, kombinasi kendala teknis dan geopolitik membuat pemulihan energi dunia menjadi proses yang alot. “Membuka kembali Selat Hormuz mungkin bisa dilakukan kapan saja, tetapi mengembalikan stabilitas pasokan energi dunia adalah tantangan yang jauh lebih kompleks dan bisa memakan waktu bertahun-tahun,” pungkas Bousso.
Presiden AS Donald Trump menyatakan negosiasi masih berlangsung, namun ancaman aksi militer tetap terbuka jika pengiriman energi kembali terganggu. Ketegangan ini memastikan harga energi global tetap berada dalam zona fluktuasi tinggi.






