Baca Juga: Kinerja SIG Kuartal I 2026: Pendapatan Tembus Rp8,29 Triliun dan Laba Melonjak 88 Persen
Kolaborasi ini mencakup lima poin krusial, mulai dari pemanfaatan bersama laboratorium canggih, riset produk aplikatif, advokasi kebijakan hijau, hingga peningkatan mutu sumber daya manusia. Kemitraan ini merupakan kelanjutan dari MoU fase pertama yang diinisiasi pada Juli 2023.
Dalam portofolio sebelumnya, duet SIG-BRIN sukses menelurkan sejumlah terobosan teknologi material, seperti High Performance Concrete berbasis semen hidraulis hingga formula beton yang mampu memperbaiki keretakan secara mandiri (Self Healing Concrete).
“Langkah ini juga selaras dengan strategi transformasi SIG untuk mengoptimalkan produk turunan semen dan portofolio yang tengah fokus dijalankan oleh Perusahaan,” kata Indrieffouny Indra.
Amankan Dominasi Pasar Lewat Portofolio Beton Hijau
Lebih lanjut, Indrieffouny memaparkan bahwa salah satu fokus riset lanjutan difokuskan pada pengembangan beton hijau (green concrete) berkekuatan tinggi yang dikhususkan untuk membangun infrastruktur di kawasan pesisir dan laut yang rentan abrasi.
Baca Juga: Wapres Gibran Pantau Dermaga Baru SIG di Tuban: Siap Genjot Ekspor Semen 1 Juta Ton per Tahun
Penguasaan teknologi material bangunan rendah emisi ini diproyeksikan bakal semakin memperkuat dominasi pasar SIG sebagai korporasi semen terbesar di Indonesia yang tangguh dan berkelanjutan.
“SIG berkomitmen untuk dapat terus berkontribusi dalam pembangunan di Indonesia melalui solusi dan inovasi berkelanjutan yang memberi nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan,” pungkas Indrieffouny. (*)





