Langkah ini sekaligus membuktikan bahwa situs sejarah mampu merawat relevansi dengan perkembangan selera zaman tanpa kehilangan nilai sakralnya.
Baca juga: Pilihan Hotel InJourney Hospitality di Yogyakarta untuk Pengalaman Waisak 2026 yang Berkesan
Candi Prambanan merupakan ruang budaya yang terus hidup dan relevan dengan perkembangan zaman. Melalui
“kolaborasi seperti Sunflower Angel dan Candi Prambanan, kami ingin menghadirkan pengalaman berbeda, yang membuka ruang bagi ekspresi kreatif generasi muda,” kata Gistang.
Gistang optimistis lonjakan kunjungan ini membuktikan bahwa perkawinan antara sejarah dan seni modern mampu melahirkan magnet ekonomi baru.
Otoritas IDM kini menantang para perupa dan pelukis nasional untuk menyetorkan ide-ide kreatif mereka guna dipajang di lingkungan Taman Wisata Candi.
“Melalui sinergi antara pelestarian warisan budaya dan ekspresi seni kontemporer, kami berharap destinasi candi dapat terus berkembang sebagai pusat kebudayaan yang relevan, inklusif, serta mampu menginspitasi masyarakat lintas generasi,” ujar Gistang menerangkan visi korporasinya.
Memanjakan Wisatawan Lewat Kelas Seni Gratisan
Panitia pameran tidak hanya menyediakan spot foto estetik bagi para pemburu konten digital.
Baca juga: InJourney Buka Penjualan Tiket Lampion Waisak 2026 di Borobudur, Cek Harga Paketnya!
Pengelola merancang berbagai agenda kreatif berkala yang bisa diakses secara cuma-cuma oleh pengunjung.
Mulai dari kelas yoga di alam terbuka, Jamming Urban Sketch, sanggar melukis, hingga lokakarya pembuatan pin dan merangkai bunga matahari.




