Baca juga: Idul Adha 1447 H: InJourney Hospitality Salurkan Puluhan Hewan Kurban di Berbagai Kota
Ia menangkap adanya kesamaan frekuensi spirit dan latar belakang cerita antara patung bunga matahari raksasa ini dengan legenda seribu candi yang membungkus Prambanan.
Kedua mahakarya ini sama-sama berakar dari ambisi besar seseorang yang rela membangun monumen raksasa demi membuktikan keseriusan cinta kepada sang pujaan hati.
“Pembuatan sunflower ini memiliki kesamaan background cerita seperti legenda di Candi Prambanan. Mungkin ada kesamaan energi dan spirit karyanya yang berawal dari kerelaan membuat, membangun, sebesar, sebanyak apapun untuk menunjukkan keseriusan kepada cintanya,” kata Arrofi menambahkan.
Baca juga: Terapkan Bisnis Hijau, InJourney Hospitality Borong Penghargaan TOP CSR Awards 2026
Arrofi juga melempar pujian kepada manajemen pengelola destinasi yang berani memberi ruang bagi seni modern untuk bersanding dengan situs purbakala.
Ia menilai keindahan Prambanan memberikan napas magis yang kuat bagi pesan personal dalam karyanya.
“Saya merasa karya ini akan memiliki makna yang lebih luas ketika bisa dinikmati oleh public.
Saya berharap setiap orang yang datang dapat menemukan interpretasi dan cerita mereka sendiri ketika melihat Sunflower Angel berdiri berdampingan dengan kemegahan Prambanan,” tutur Arrofi.
Membuka Kran Kreativitas di Ruang Cagar Budaya
Direktur Komersial InJourney Destination Management (IDM), Gistang Panutur, menilai kolaborasi ini sebagai strategi jitu untuk menyegarkan opsi hiburan di Prambanan.




