Kepala BSKJI Kemenperin, Emmy Suryandari, menekankan bahwa sinergi ini mencakup harmonisasi regulasi teknis dan penilaian kesesuaian yang diakui kedua negara.
Baca Juga: Menperin dan Menkeu Perkuat Sinergi, Akselerasi Pertumbuhan Manufaktur Nasional
“Infrastruktur mutu memiliki peran strategis dalam mendukung daya saing industri nasional, perlindungan konsumen, peningkatan akses pasar internasional, serta transformasi industri berkelanjutan,” ungkap Emmy Suryandari.
Rencana Kerja Strategis 2026-2027
Sebagai bentuk komitmen nyata, kedua negara telah menandatangani Work Plan kerja sama untuk periode 2026–2027.
Agenda ini mencakup tiga isu utama: harmonisasi dalam kerangka I-EU CEPA, penguatan keselamatan produk melalui standardisasi nasional yang selaras dengan sistem internasional, serta percepatan digitalisasi infrastruktur mutu.
Kolaborasi ini didukung penuh oleh Federal Ministry for Economic Affairs and Energy (BMWE) Jerman dan GIZ, guna memastikan industri manufaktur Indonesia memiliki kepercayaan tinggi di mata pasar global. (*)




