Kisah Sukses Regenerasi Bisnis Yoghurt di Bogor
Demi memperkuat fondasi bisnis ini, Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin aktif menggandeng pemerintah daerah hingga dunia usaha, termasuk Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) untuk menyuntikkan modal, memberikan pelatihan kapasitas, dan membuka akses pasar.
Salah satu bukti nyata keberhasilan kolaborasi ini dapat dijumpai di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Di sana, berdiri PT Bogor Sari Nutrisi (BSN), produsen merek lokal Yess Yoghurt yang sukses melakukan lompatan bisnis secara berkelanjutan.
Baca Juga: Kemenperin Gandeng IKM Komponen Masuk Rantai Pasok Kendaraan Listrik Nasional
Direktur Jenderal IKMA Kemenperin, Reni Yanita, menyebut PT BSN sebagai contoh teladan bagi IKM pangan lain di Indonesia.
Perusahaan keluarga ini dinilai lihai membaca selera pasar sekaligus berhasil melakukan estafet kepemimpinan antar-generasi dengan mulus.
Saat ini, perusahaan dinakhodai oleh Direktur Utama Juhana bersama putrinya, Maulita, yang memimpin tim Research and Development (R&D) untuk melahirkan varian rasa baru.
Reni menjelaskan bahwa konsumen modern saat ini sudah semakin kritis. Cita rasa yang lezat tidak lagi cukup untuk memikat pembeli. Konsumen kini menuntut jaminan keamanan pangan, transparansi nilai gizi, hingga keunikan produk yang mereka konsumsi.
Baca Juga: Kemenperin Gandeng MR.DIY, Jutaan Produk IKM Siap Banjiri Toko Ritel Modern
“Produk yoghurt yang dihasilkan PT BSN menunjukkan kemampuan IKM dalam menjawab kebutuhan pasar yang terus berkembang. Ini menjadi bukti bahwa IKM pangan lokal mampu bersaing apabila didukung oleh inovasi dan konsistensi kualitas,” jelas Reni saat meninjau langsung pabrik pengolahan susu tersebut.




