Strategi Khusus Sentra Mikro Mendekati Pasar Rakyat
Di samping penguatan internal, Bank Jakarta memperluas penetrasi ke sektor akar rumput. Manajemen merancang sentra mikro dan sentra UMKM dengan segmentasi kebutuhan pembiayaan berbeda. Agus menilai nasabah mikro memerlukan kedekatan fisik dengan kantor layanan terdekat.
“Kalau sentra UKM tidak perlu terlalu banyak karena bisa dipusatkan di sentra-sentra tertentu, kemudian pelaku usahanya yang bergerak. Namun, kalau mikro harus dekat dengan pasarnya,” jelasnya.
Oleh karena itu, perseroan mendekatkan gerai layanan ke pusat pasar tradisional warga. Langkah ekspansif ini mempermudah pedagang kecil mengakses fasilitas kredit usaha secara cepat. Saat ini, basis nasabah Bank Jakarta telah mencapai empat juta orang.
Angka masif tersebut mencerminkan kepercayaan publik yang terus menguat terhadap kinerja perseroan. Bank Jakarta terus memperbanyak titik temu fisik dengan para pedagang pasar basah.
Pendekatan jemput bola ini memangkas jarak birokrasi pembiayaan usaha ultra mikro. Pelaku usaha mikro tidak perlu lagi membuang waktu produktif mereka di jalan raya.
“Melalui penguatan tata kelola, peningkatan manajemen risiko, serta perluasan akses layanan bagi UMKM, Bank Jakarta berupaya menjaga kepercayaan nasabah sekaligus memperkuat perannya dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat Jakarta,” tegasnya.
Dengan demikian, sokongan pembiayaan mampu memperkokoh daya saing pedagang kecil perkotaan.
Pertumbuhan ekonomi lokal kian berdaya tahan berkat injeksi modal kerja yang tepat sasaran. Akibatnya, pengusaha kecil dapat mengalokasikan keuntungan secara mandiri untuk memperbesar kapasitas toko mereka.




